Enter Header Image Headline Here

Jumat, 03 April 2015

Tentang Nikmat-Nya


Fabiayyi alaai Robbikuma Tukadziban?
Pagi-Nya datang mengetuk jiwa yang mati
Dingin berselimut kabut putih pasi
Panggilan-Nya terdengar seantero negeri
Tapi siapa saja yang bangun pagi?
Apakah kita lupa perintah-Nya?


 
Tetes embun basahi tanah merah
Rupa insan bangun merekah
Menghirup udara tanpa biaya
Sepuasnya tanpa bersusah payah
Lalu, nikmat Tuhan mana yang akan kau dustakan?

Terik matahari hiasa langit yang memanas
Sinari bumi yang luas
Tiada lelah memutari bumi
Mengarungi langit yang tiada henti
Lalu, tidakkah kau berfikir bagaimana ia dijalankan?

Seyogyanya manusia wajib panjatkan syukur
Bukan melebur menjadi kufur
Pula, mengabdi pada Pemberi
Yang selalu tercurah nikmat yang tak terperi
Lalu, nikmat Tuhan mana yang akan kau dustakan?


Hai jiwa-jiwa yang beriman
Bersyukurlah pada setiap pemberian-Nya
Jangan kufur jangan lupa syukur
Semua itu akan kau pertanggung jawabkan, kelak di kehidupan abadimu.

0 komentar:

Posting Komentar

Ia menjauh dari rindu yang tak pernah pulang. Pergi, melepaskan

Popular Posts