Enter Header Image Headline Here

Jumat, 03 April 2015

Kenang dalam Rerintik Hujan

Dingin menyergap kalbu
Kala rintik runtuh memburu
Menyentuh dinding gubuk yang rubuh
Duh, rindu datang menggebu.

Sekelebat rupa menyapa
Membawa kenang suka nan duka
Menuju peraduan penuh luka
Namun jua menitip segudang bahagia

Hei rintik, datangkan cerita yang indah
Bawa diriku bebas tanpa resah
Merasakan sejuknya air langit yang menggairah
Membeku bersama kenang yang tak berkesudah

Hujan selalu menyimpan kenang
Aku dan kau dalam senang
Menyambut pelangi tersenyum riang
Abadi selamanya tanpa batas pandang

Rerintik jatuh pada bumi tandus
Tersenyumlah penduduk bumi yang haus
Menghilangkan dahaga rindunya
Yang menggunung saat kemarau menyapa

Kala rintik menyurut tipis
Perlahan menyentuh pelipis
Rasa rindu semakin mengemis
Apalagi kenang semakin tak habis-habis

Aduhai, bersama tetesnya yang turun
Kenang itu menguap di ubun-ubun
Pun rindu semakin nyata
rupanya
Menyapu segala rasa dalam dada

Hujan ...
Bulirmu hadirkan tentram
Karenamu mampu kusapa dirinya
Lewat doa-doa yang menjulang ke langit
Tak habis terpanjat meski
rintikmu telah usai

Akan kukatakan padamu
Hujan selalu membantu
menemukanmu
Dalam beningnya yang mengalun
Saat mereka tak menyadarinya
Aku bahagia
Meski adamu tak sepanjang masa
Meski ingatanmu tak selalu tertuju padaku
Namun kenang akan terekam selamanya
Karena ada kenang dalam rintik hujan.


PONOROGO, 06 Januari 2015

0 komentar:

Posting Komentar

Ia menjauh dari rindu yang tak pernah pulang. Pergi, melepaskan

Popular Posts