Enter Header Image Headline Here

Jumat, 03 April 2015

Rindu dan Kesederhanaan dalam Penantian

Membayangkanmu saja itu sudah cukup mengobati gemuruh rindu dihatiku.
Ingin rasanya menyapamu dengan tenang, namun aku tak mampu.
Inginku menatap matamu tapi gelisah yang kurasa.
Mulutku enggan membuka saat kau ada didekatku.
Melihat sinar tatapan yang menentramkan nan bijak, itu jauh aku tak sanggup melakukannya.
Aku takut..
Teramat takut jika kau tau rasa ini. Sedangkan sedari dulu aku telah membingkainya rapat-rapat bersama rinduku.
Terlalu bodoh mungkin, berhari-hari bahkan berbulan-bulan kau terus menjamah fikiranku, hingga tak ada yang ku gelisahkan selain rasa ini untukmu.
Aku hanya ingin kesederhanaan dalam mengagumimu. Ya
mengagumimu dalam diam tanpa bertindak. Dalam bisu tanpa kuberkata. Hingga waktu yang mampu membongkar rahasia hatiku.

Aku tak butuh penampilan yang sempurna agar kau memilihku.
Aku juga tak akan berdandan atau bermake up tebal agar kau juga mencintaiku.
Aku hanya memiliki sepotong hati yang tulus mencintaimu, apa adanya tanpa berharap lebih darimu, biarkan Tuhanku yang memberi balasan atas apa yang kulakukan. Kuyakin semua kan Indah pada Waktunya.
Dan penantianku ini akan berbuah manis walaupun sekarang pahit yang kurasa.


Ponorogo, 22:33, 14-10-13

0 komentar:

Posting Komentar

Ia menjauh dari rindu yang tak pernah pulang. Pergi, melepaskan

Popular Posts