Enter Header Image Headline Here

Sabtu, 12 Maret 2016

PERTEMUAN




Sejak berdiri di sini beberapa menit yang lalu dan sekarang ngobrol dengan kawan lama, aku tahu seseorang itu sedang berdiri pula tak jauh dari tempatku ini. Mataku bisa melihatnya meski itu bukan pandangan fokus. Sejak menuju tempat ini dan tahu seseorang itu berdiri di sana, degub itu terasa, desir itu seakan menyisir setiap langkah, menaiki satu persatu anak tangga. Aahhh...
Berdiri di atas balkon di depan kelas. Ramai-ramai, karena hampir semua alumni yang melanjutkan study ada di acara ini.
Aku mengalihkan pandangan ke bawah, melihat satu dua orang melintasi halaman sekolah. Seseorang itu melewatiku, dan berhenti untuk menyapa teman sekamarku di tanah rantau. Ah, andaikan tadi berdiri di sana, batinku protes. Seseorang itu menghilang, entah kemana. Luput dari pandangan.
Aku masih memandang halaman bawah sembari bercakap-cakap dengan kawan. Menceritakan dunia kampus, aku yang lebih banyak mendengarkan. Sesekali balik bercerita atau tertawa mendengar cerita lucu mereka. Dan saat itu, saat tak kusadari. Seseorang itu menepuk pundakku dengan gulungan kertas. Aku membalikkan badan. Duuh... Seseorang itu.
"Hey, gimana kabarnya?" Dia tersenyum, senyum khas yang memamerkan jejeran giginya.
"Alhamdulillah, kamu sendiri?"
"Hemm, alhamdulillah. Kapan pulang?"
"Sejak akhir Desember lalu."
"Heyyy, ayo cepetan!" Panggil seorang perempuan di ujung balkon sana sambil melambaikan tangan ke arah seseorang yang ada di depanku.
"Iya sek bentar." Ia memberi kode dengan tangannya yang diangkat ke atas.
Duh, tu anak gak tahu apa, ini ada teman lama yang lama gak ketemu. Ah, perempuan itu, aku tahu siapa dia. Kedekatan mereka masih sama.
"Terus-terus..." Tanya seseorang di depanku, berusaha mengembalikan pembicaraan tadi.
"Apanya yang terus?" Dia berubah seperti tergesa-gesa.
"Kapan balik ke rantauan?"
"Tanggal 10an lah kayaknya. Tanggal 15 sudah masuk."
"Eh sama, maksudnya masuknya. Tapi aku balik tanggal 14 mungkin."
"Iyalah, deket situ. Aku mah jauh."
Dia tertawa kecil.
"Hehe.. Eh udah dulu ya, aku duluan."
"Yaps, silakan."
Dan kata-kata terakhir, itu yang selalu dia ucapkan entah di pesan atau bertemu langsung.
"Moga sukses."
"Aamiin, kamu juga."
'Ah Kenang, kau masih sama. Tak banyak berubah, dan apa yang terpendam ini juga masih sama. Entah sampai kapan aku menyimpannya. Harapan kecil itu masih menyala, semoga berakhir bahagia. Dan aku tahu, akhir bahagia tak harus bersatu denganmu di sana. Bahkan, melihatmu bahagia itu juga telah membuatku bahagia. Sungguh...'
M2P, 23/01/16
Pertemuan pertama, sejak perpisahan itu. Agustus tahun lalu.

0 komentar:

Posting Komentar

Ia menjauh dari rindu yang tak pernah pulang. Pergi, melepaskan

Popular Posts