17.13.00 |
|
Ada jiwa yang rapuh pun tentang hati yang lelah. Kemana kaki harus melangkah, ketika mata hati menutup arah?
Ada
rindu pada kedamaian yang kekal, bebas melangitkan semua ingin. Tanpa
takut jatuh terhempas.
Bilakah? Nafas-nafas rindu melebur menjadi
lantunan doa, juga letih usaha mengiringi..
Kadang aku lupa tentang Ia
yang selalu ada, aku saja yang menghilang, sibuk dengan dunia fana. Noda
itu semakin menebal, gumpal. Lagi-lagi, aku dungu, si bodoh yang tak
tahu malu.
Tersisa letih yang pada akhirnya membuatku ingin 'kembali' pulang...
@NM 21/11/16
0 komentar:
Posting Komentar